Dispar Kabupaten Sukabumi Terapkan Tarif Parkir Per'Jam di Pantai Selatan Lewat Program SOMEAH
Beritaindonesia.sns|SUKABUMI – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mulai menerapkan sistem tarif parkir per jam di kawasan wisata Pantai Selatan melalui program Parkir Wisata SOMEAH (Sopan, Aman, Endah, Amanah). Program ini resmi diluncurkan di kawasan Pantai Istana Presiden (IP), Kecamatan Palabuhanratu, Senin (3/8/2026).
Dalam skema baru, tarif dihitung berdasarkan durasi kendaraan berada di lokasi wisata.
Tarif 2 jam pertama:
- Sepeda motor: Rp2.000
- Mobil sedan/sejenis: Rp3.000
- Bus kecil: Rp5.000
- Bus besar & truk 2 sumbu: Rp10.000
Setelah 2 jam pertama, dikenakan tarif tambahan per jam dengan batas maksimal harian. Contohnya, motor tambahan Rp 2.000/jam maksimal Rp 10.000/hari. Mobil sedan tambahan Rp 2.000/jam maksimal Rp 15.000/hari.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebut pembenahan parkir penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang nyaman.
“Jadi wisata itu harus aman, harus nyaman, harus menyenangkan, harus penuh dengan kenangan. Untuk menghadirkan suasana tersebut, maka banyak hal yang kemudian harus dikondisikan, harus dipersiapkan,” ujarnya.
Menurut Ali, persoalan parkir bukan hanya soal tempat, tapi juga kepastian tarif, legalitas pengelola, hingga akuntabilitas petugas.
Pemkab telah mengidentifikasi 58 titik parkir di Pantai Selatan. Tahap awal, 13 lokasi dijadikan pilot project.
“Ada 58 yang kita identifikasi di Pantai Selatan. Tapi dari 58 itu hari ini ada 13 yang kita dorong bisa menjadi prototipe pilot project percontohan,” katanya.
Di setiap lokasi akan dipasang papan informasi tarif resmi. Seluruh petugas parkir juga wajib memakai atribut resmi agar mudah dikenali.
“Di setiap lokasi itu akan kita pasang besaran tarif,” ucap Ali.
Ia menegaskan, petugas yang tidak ber-atribut atau menarik tarif di luar ketentuan dianggap melanggar aturan.
“Barang siapa ke depan ada yang ngelola parkir tidak beratribut, maka dia menyalahi ketentuan. Memungut tidak sesuai dengan aturan, tentu,” tegasnya.
Ali berharap penataan parkir menjadi langkah awal memperbaiki tata kelola destinasi. Kawasan wisata yang tertib dan bebas pungli diyakini akan menarik investor.
“Nanti kalau sudah tertata di kita, sampah sudah dikelola, tidak ada pungutan liar, saya punya keyakinan investor bisa banyak datang ke kita. Dengan banyak investor, fasilitas wisata juga akan semakin lengkap,” tandasnya.
(Ateu/Ellah)
