Raih Harapan III Desa Mubarakah, Pasirsuren Sukabumi Siap Tingkatkan Kualitas Desa
Beritaindonesia.sbs|SUKABUMI - Pemerintah Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyatakan siap mengikuti setiap tahapan pembinaan Desa Model TP PKK Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan desa sekaligus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Pasirsuren, Iyan Sunandi, menegaskan bahwa pembinaan dan evaluasi menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan desa. Ia memastikan pemerintah desa bersama seluruh lembaga terkait akan menindaklanjuti setiap masukan dari tim pembina.
“Ini bukan beban, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kekurangan. Kami bersama seluruh lembaga desa berupaya mempersiapkan diri secara maksimal dan saling mendukung,” ujar Iyan.
Menurutnya, persiapan dilakukan melalui koordinasi berbagai unsur, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Salah satu perhatian yang disampaikan dalam pembinaan ialah kebutuhan penanganan bencana, termasuk rencana pengadaan lahan yang diharapkan dapat direalisasikan pada 2027.
Iyan menjelaskan, kebutuhan tersebut telah dibahas bersama pihak terkait. Ia berharap proses perencanaan dapat berlanjut sehingga penanganan bencana di wilayahnya semakin optimal.
Siap Jika Dipercaya Mewakili Kabupaten Sukabumi
Pasirsuren menjadi salah satu dari enam desa yang dipersiapkan dalam pembinaan Desa Model 2026. Sebelumnya, desa ini meraih juara harapan III dalam penilaian Desa Mubarakah tingkat Kabupaten Sukabumi.
Capaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kesiapan desa, sekaligus memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Iyan menegaskan, Pemerintah Desa Pasirsuren siap menerima hasil evaluasi dan memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan. Jika nantinya dipercaya mewakili Kabupaten Sukabumi ke tingkat provinsi, pihaknya menyatakan siap menjalankan amanah tersebut.
“Kalau memang memenuhi kriteria untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi, tentu kami siap. Kami akan melihat hasil evaluasi dan memperbaiki apa saja yang masih menjadi kekurangan,” pungkasnya.
Ia berharap pembinaan Desa Model tidak sekadar berorientasi pada predikat, tetapi juga menghasilkan perbaikan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Ateu/Ellah)
